Sabtu, 17 April 2021

Prosedur Singkat Intervensi Kardiovaskular Koroner

Intervensi Kardiovaskular


Penyakit jantung koroner adalah satu dari sekian banyak penyakit yang cukup berbahaya. Penyempitan pada pembuluh darah koroner dapat menghambat kerja jantung hingga membuat aliran darah menjadi tersumbat. Jika tidak diatasi dengan segera maka dapat mengakibatkan kematian pada penderitanya.


Saat ini pengobatan jantung koroner tak harus dengan jalan operasi bypass jantung. Ada cara lain untuk mengatasi masalah penyumbatan  pembuluh darah koroner, salah satunya adalah dengan prosedur intervensi kardiovaskular koroner melalui pemasangan stent.


Sekilas Tentang Tindakan Intervensi Kardiovaskular Koroner

Tindakan intervensi kardiovaskular koroner adalah tindakan non bedah yang dilakukan dengan pemasangan stent dan angioplasty atau sering juga disebut Percutaneous transluminal coronary angioplasty (PTCA).


Prosedur intervensi kardiovaskular koroner ini tidak bisa dilakukan pada semua pasien. Ada beberapa kriteria pasien yang bisa melakukan tindakan intervensi ini. Misalnya saja pasien yang mengalami penyumbatan dengan derajat lebih dari 60%, atau   pasien yang mengalami kondisi Angina Pektoris Stabil dikana pasien akan merasa nyeri saat beraktivitas dan kembali sehat saat istirahat.


Kondisi lain yang mengijinkan pasien menerima intervensi kardiovaskular adalah apabila sebelumnya sudah pernah mengalami serangan jantung. Tujuan dari tindakan intervensi ini adalah untuk membuka sumbatan, sehingga aliran darah bisa kembali normal.


Langkah Prosedur Intervensi Kardiovaskular Koroner Secara Singkat


Ada beberapa langkah mengenai prosedur intervensi koroner yang bisa dijelaskan secara lebih singkat, yaitu:


1.      Sebelum tindakan dimulai dokter pasti akan memberikan informasi lengkap pada pasien. Mulai dari risiko serta keuntungan pengambilan tindakan. Sebagai catatan, jika Anda memiliki asma, gangguan pendarahan, alergi obat tertentu, diabetes atau sedang hamil maka pastikan bahwa dokter mengetahui hal tersebut.


2.      Dokter akan memberikan obat penenang agar pasien tidak merasakan kecemasan berlebihan.


3.      Dokter mungkin akan memangkas rambut di sekitar area tubuh yang akan digunakan untuk pemasangan stent.


4.      Infus juga akan dipasang sebagai antisipasi apabila pasien membutuhkan bantuan obat-obatan.


5.      Bius lokal akan disuntikkan pada area pemasangan stent.


6.      Jika obat bius sudah bekerja maka dokter akan mulai memasukkan kateter ke pembuluh darah pada bagian lengan atau paha.


7.      Kateter ini akan diposisikan pada arera pembuluh darah yang tersumbat. Pada proses ini dokter akan membutuhkan alat bantu yang disebut fluoroskopi.


8.      Jika kateter sudah berada di tempat yang sesuai, selanjutnya dokter akan mengembangkan balon yang terdapat pada stent. Balon ini nantinya akan membuat plak penyumbat tersingkir dan stent pun mengembang.


9.      Saat stent sudah berhasil berkembang, balon akan dikempiskan dan ditarik keluar. Sedangkan stent tetap berada di pembuluh darah untuk menjaga agar aliran darah tetap berjalan dengan baik.


10.  Jika proses ini sudah selesai, selanjutnya kateter akan dilepas dan dokter akan melakukan tindakan penekanan pada bagian masuknya kateter. Ini berfungsi untuk menghentikan pendarahan yang terjadi.


Mengingat biaya pengobatan jantung tidak murah, maka penting bagi Anda untuk melakukan langkah pencegahan termasuk dengan rutin memeriksakan kondisi jantung setidaknya setahun sekali. Anda dapat memeriksakan jantung Anda di Heartology dengan tim dokter spesialis yang berpengalaman, beberapa dokter jantung yang memiliki sub spesialisasi di bidang intervensi kardiovaskular antara lain dr Dafsah Juzar , dr Denio Ridjab, dr Dicky Hanafy dan beberapa list dokter spesialis lainnya anda bisa cek di website Heartology Cardiovascular Center.

Untuk info lebih lanjut, kunjungi https://heartology.id/

0 komentar:

Posting Komentar