Jumat, 06 Desember 2019

Lewat Pelatihan dan Kerja Sama Bisnis, Anak Usaha Royal Golden Eagle Bantu Mantan Karyawan Berwirausaha


Lewat Pelatihan dan Kerja Sama Bisnis, Anak Usaha Royal Golden Eagle Bantu Mantan Karyawan Berwirausaha
Sumber: aprilasia.com

Jalan wirausaha adalah jalan yang terjal dan penuh liku. Fakta bahwa tidak semua orang mampu menjalaninya dan sukses berwirausaha seakan sudah menjadi rahasia umum. Namun bagi mereka yang ulet dan mampu bertahan dari segala ujian, ada buah manis yang siap menunggu. Buah manis inilah yang juga berhasil dirasakan oleh mantan karyawan PT RAPP yang merupakan salah satu anak usaha Royal GoldenEagle, Rafi.

Sebagai karyawan PT RAPP, Rafi sebenarnya sudah mendapatkan penghidupan yang layak. Penghasilan dari karier yang ia tekuni selama 15 tahun tersebut juga terbilang sangat mencukupi. Namun demi mengejar panggilan jiwa, ia pun memutuskan untuk keluar dari anak usaha Royal Golden Eagle tersebut dan membangun bisnisnya sendiri. Hingga akhirnya, bisnis yang ia geluti sukses mencetak omzet hingga Rp 2,4 miliar per tahunnya.

Memulai Bisnis dengan Modal Nekat

Bekerja sebagai karyawan selama 15 tahun jelas bukan waktu yang singkat. Dengan karier yang telah digeluti selama itu, pengalaman dan penghasilan yang diperoleh sebenarnya juga tidak bisa dibilang sedikit. Namun meski memiliki pengalaman panjang sebagai karyawan PT RAPP, berbisnis adalah hal yang masih sangat baru bagi Rafi.

Keluar dari perusahaan besar demi memasuki dunia yang masih sangat baru jelas bukan perkara yang mudah. Bahkan tidak sedikit rekan-rekan kerja Rafi yang menyebutnya gila. Meski demikian, hal tersebut tidak membuatnya mengurungkan niat untuk mengejar panggilan jiwanya. Dengan bermodal nekat, ia pun memulai bisnisnya.

Rafi membuat keputusan untuk keluar dari PT RAPP demi membangun bisnisnya sendiri pada tahun 2014. Kabar bahwa anak usaha dari grup Royal Golden Eagle tersebut akan mengembangkan pabrik dalam waktu dekat menjadi salah satu pemicu atas dibuatnya keputusan tersebut.

Rafi membangun perusahaannya dengan bermodalkan tabungan yang telah ia kumpulkan selama 15 tahun. Nama PT Riau Dua Berlian pun dipilih sebagai identitas perusahaan tersebut.

Meski demikian, apa yang ia dapat tidak seindah dengan apa yang dibayangkan sebelumnya. Bisnis yang ia geluti mengalami kerugian hingga memaksanya untuk menutup sementara perusahaan. Padahal, usia perusahaan yang ia bangun masih sangat belia.

Bangkit Kembali Berkat Dukungan Keluarga

Menutup sementara PT Riau Dua Berlian menjadi pukulan telak bagi Rafi. Namun dari situ ia mendapatkan pelajaran yang sangat berharga. Meski sudah bekerja sebagai karyawan selama 15 tahun, masih ada banyak hal yang harus ia pelajari agar bisa sukses membangun bisnis.

Beruntung, ia mendapatkan dukungan dari keluarganya. Di sisi lain, PT RAPP juga mengadakan program pengembangan pembinaan UMKM. Semangat Rafi untuk mengejar cita-citanya pun bangkit kembali.
Dari program pengembangan pembinaan UMKM PT RAPP, Rafi belajar banyak hal tentang manajemen bisnis. Dalam pelatihan tersebut ia juga diberi panduan tentang bagaimana cara mendapatkan pinjaman dari bank.

Program pembinaan yang diadakan oleh anak usaha Royal Golden Eagle tersebut menjadi modal penting bagi Rafi untuk menghidupkan kembali perusahaannya yang sempat mati suri. Bermodalkan ilmu bisnis yang ia dapatkan, PT Riau Dua Berlian yang ia dirikan terus berkembang. Ia pun berhasil membuka lapangan pekerjaan untuk masyarakat sekitar dan mempekerjakan 90 orang.

Bagi PT RAPP, kisah sukses Rafi dalam membangun perusahaannya sendiri menjadi pemacu untuk terus berkontribusi. Inilah yang mendorong anak usaha Royal Golden Eagle tersebut untuk terus mendukung pelaku usaha lokal dalam mengembangkan bisnisnya, baik dengan membangun kemitraan maupun program pembinaan. Dengan semakin banyaknya pengusaha lokal yang sukses, lapangan pekerjaan yang tercipta juga menjadi semakin besar.

0 komentar:

Posting Komentar